Wednesday, January 26, 2011

ilmu baru & pengalaman

Mr. Michael Gumelar:
Untuk memulai suatu ilmu baru memang harus ada
pengalaman-pengalaman, dari pengalaman timbul
analisa-analisa, dari analisa timbul ide creative
untuk mencari solusi dari permasalahan yang muncul

Pembuat Crop Circle Diminta Muncul, Siapa Tahu Ada Pihak Tertarik

http://www.detiknews.com/read/2011/01/26/105218/1554700/10/pembuat-crop-circle-diminta-muncul-siapa-tahu-ada-pihak-tertarik


Rabu, 26/01/2011 10:54 WIB
Pembuat Crop Circle Diminta Muncul, Siapa Tahu Ada Pihak Tertarik foto
Laurencius Simanjuntak - detikNews


fotoudara.com

Jakarta - Pembuat crop circle di Berbah, Sleman, DIY, diminta memunculkan diri. Selain dapat menjawab keingintahuan publik, siapa tahu ada pihak yang tertarik untuk dibuatkan lingkaran bernilai seni tersebut.

"Bisa aja ada perusahaan yang tertarik agar mereka menggarap logo perusahaan dengan teknik crop circle," kata ketua sekaligus pendiri UFO-Indonesian Community (UFO-IC), Michael Gumelar, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/1/2011).

Dia mengatakan, teknik crop circle bisa digunakan untuk membuat land mark, misalnya lambang Garuda Pancasila di Bandara Soekarno-Hatta.

"Jadi kalau orang naik pesawat dan lihat ke bawah, akan mengerti 'wah ini sudah di Jakarta/Indonesia'," kata dosen Universitas Multimedia Nusantara itu.

Michael mengatakan, polisi hendaknya jangan menangkap pembuat crop circle karena lingkaran indah itu hanya bentuk ungkapan kreativitas. Pembuat hendaknya hanya diminta ganti rugi atas lahan sawah yang dirusak.

"Saya yakin kalau mereka (pembuat) muncul, masyarakat tidak akan marah. Mereka malah dianggap kreatif," ujar master of arts jebolan universitas di Skotlandia ini.

Terlebih, katanya, fenomena crop circle di Sleman juga membawa rezeki tersendiri bagi warga sekitar, seperti lahan parkir dadakan, penjualan jajanan, sampai ke penyewaan tangga.

Sebelumnya, Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan mengatakan, pihaknya sedang mencari pelaku dan akan mengenakannya pasal perusakan. Sementara itu, dalam sebuah blog, muncul tulisan 'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)'. Tulisan itu menceritakan bahwa 6 mahasiswa UGM angkatan 2008, terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Pihak UGM sedang melacak informasi tersebut.
(lrn/nrl)

Pembuat Crop Circle Cukup Ganti Rugi Petani, Tak Perlu Ditangkap

http://www.detiknews.com/read/2011/01/26/101605/1554664/10/pembuat-crop-circle-cukup-ganti-rugi-petani-tak-perlu-ditangkap



Rabu, 26/01/2011 10:16 WIB
Pembuat Crop Circle Cukup Ganti Rugi Petani, Tak Perlu Ditangkap
Laurencius Simanjuntak - detikNews


fotoudara.com


Jakarta - Polisi diminta tidak menangkap pembuat crop circle di Brebah, Sleman, DIY, untuk kemudian diproses hukum. Sebab, pembuatan crop circle bukan kejahatan, melainkan hanya sebuah ungkapan kreativitas seseorang. Namun demikian, pelaku harus mengganti rugi petani yang sebagian sawahnya dirusak.

"Ada baiknya mengganti kerugian Pak Tani, karena harusnya panen jadi gagal, meski tidak semuanya. Ini sebagai tanggung jawab moral saja," kata ketua sekaligus pendiri UFO-Indonesian Community (UFO-IC), Michael Gumelar, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/1/2011).

Dosen Universitas Multimedia Nusantara ini berpendapat, sebagai pemula, karya crop circle di Sleman sudah sangat bagus. Apalagi crop circle itu pertama kali di Indonesia.

"Itu hebat bagi saya," kata pemerhati crop circle ini.

Lebih dari itu, Michael menjelaskan, fenomena crop circle itu memberi pemahaman adanya kemungkinan kehidupan lain di luar bumi. "Ada kemungkinan kita tidak sendiri di semesta. Ada kehidupan di luar bumi," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan mengatakan, pihaknya sedang mencari pelaku dan akan mengenakannya pasal perusakan. Sementara itu, dalam sebuah blog, muncul tulisan 'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)'. Tulisan itu menceritakan bahwa 6 mahasiswa UGM angkatan 2008, terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Pihak UGM sedang melacak informasi tersebut.
(lrn/nrl)

Jejak 'UFO Sleman' di Mata Ahli Desain Crop Circle

http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/071622/1553725/10/jejak-ufo-sleman-di-mata-ahli-desain-crop-circle?nd992203605



Selasa, 25/01/2011 07:16 WIB
Jejak 'UFO Sleman' di Mata Ahli Desain Crop Circle foto
Anwar Khumaini - detikNews



Jakarta - Crop Circle yang muncul di sebuah persawahan di Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta membuat heboh. Ada yang beranggapan crop circle tersebut buatan manusia, tapi ada juga yang menganggap itu adalah bikinan mahluk asing alias bukan bikinan manusia.

Bagaimana fenomena ini di mata ahli desain circle crop? Menurut ahli crop circle, Alfian Yudhika, setelah mengamati foto-foto circle di Sleman dari berbagai media, bentuk crop circle yang saat ini menjadi perbincangan tersebut kurang sempurna.

"Pada SC2 (Sleman Crop Circle), bintang 8 (terutama yang kecil) sepertinya terbentuk kurang sempurna. Mungkin ada kesalahan saat merebahkan batang-batang padi. Beberapa bagaian terlanjur direbahkan, yang mungkin seharusnya tidak demikian," kata Alfian dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2011).

Dari beberapa foto crop circle di Sleman, Alfian mencoba menganalisa design dasar simetrik-nya. Hasil analisanya, crop circle tersebut dibuat dengan menggunakan beberapa desain dasar.

"Pertama, 9 lingkaran (dengan 6 variasi ukuran). Kedua, 4 segiempat (2 variasi ukuran besar dan kecil) yang selanjutnya digunakan untuk membentuk 16 segitiga (2 variasi ukuran)," paparnya.

Selanjutnya, menurut analisanya, 16 segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan yang memiliki ukuran besar dan kecil. Bentuk yang sempurna digambarkan Alfian dalam grafis yang dikirimkan ke redaksi detikcom.

"16 Segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan ukuran besar dan kecil (sekilas mirip surya Majapahit/lambang kerajaan Majapahit)," tutupnya. (anw/Ari)

Batan: Tak Ada Radiasi Tanah di Sawah Crop Circle Sleman

http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/131130/1554027/10/batan-tak-ada-radiasi-tanah-di-sawah-crop-circle-sleman?nd992203605

Selasa, 25/01/2011 13:11 WIB
Batan: Tak Ada Radiasi Tanah di Sawah Crop Circle Sleman video foto
Dany Isnanu - detikNews





Sleman - Crop circle di Sleman juga membuat Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengutus stafnya ke TKP untuk meneliti. Hasil sementara staf Batan menunjukkan, tidak ditemukan adanya radiasi di sawah. Kadar radiasi itu normal seperti biasanya.

"Untuk kesimpulan sementara tidak ada anomali pada tanah persawahan. Dalam artian semuanya normal seperti biasa, dan dari kadar radiasi tanah untuk kesimpulan sementara masih seperti biasa, dalam artian tidak ada radiasi," ujar Kabid Keselamatan dan Kesehatan Batan Yogyakarta M Yasid dari Batan Yogyakarta, di lokasi kejadian, Selasa (25/1/2011).

Menurut Yasid, pihaknya juga tidak menyimpulkan apa pun terkait fenomena yang diyakini sebagian masyarakat sebagai jejak UFO. "Kami tidak menyimpulkan apa pun terkait dengan fenomena itu," kata Yasid.

Yasid menambahkan, padi di sawah crop circle itu masih bisa dikonsumsi seperti biasa. Karena tidak ada radiasi tanah yang tinggi.

"Padi masih bisa dikonsumsi biasa, karena tidak ada radiasi yang tinggi di dalam tanah. Tapi hasil ini masih sementara, nanti tim Batan akan kroscek data dari Bapeten," kata Yasid.

Pihak Batan Yogyakarta mengutus Yasid dan 2 rekannya. Mereka turun ke lokasi melewati garis polisi untuk memeriksa kadar radiasi tanah di sawah itu.

Mereka mengambil sampel tanah di daerah persawahan itu, mengamati sekaligus mengukur kadar radioaktif tanahnya.

Selain Batan, ada juga 2 anggota Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) yang datang ke lokasi sawah. Mereka juga mengukur kadar radiasi tanah.

Di sawah itu juga ada 2 petugas PLN yang datang memeriksa SUTET. Petugas itu mengaku hanya memeriksa kelistrikan secara berkala. Tindakan mereka ini sempat diperingatkan polisi karena polisi tidak tahu. Namun akhirnya polisi membolehkan petugas PLN untuk mengecek listrik di SUTET itu.

(nik/nrl)

Crop Circle di Sleman Tak Presisi, Dugaan Buatan Manusia Makin Kuat

http://www.detiknews.com/read/2011/01/26/071054/1554572/10/crop-circle-di-sleman-tak-presisi-dugaan-buatan-manusia-makin-kuat?nd992203605

Rabu, 26/01/2011 07:10 WIB
Crop Circle di Sleman Tak Presisi, Dugaan Buatan Manusia Makin Kuat
Ramadhian Fadillah - detikNews


fotoudara.com

Jakarta - Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) menganalisa crop circle di Berbah, Sleman, berdasarkan foto yang diambil dari udara. Hasilnya diketahui crop circle di Sleman tidak begitu presisi.

Dalam foto udara yang diterima redaksi detikcom, Rabu (26/1/2011), garis diameter lingkaran tidak tepat melewati tengah lingkaran. Selain itu bentuk seperti ikan pun tidak simetris satu dengan lainnya. Selain itu ada orientasi arah yang tidak jelas dari circle crop tersebut. Hal ini mematahkan asumsi kalau crop circle itu dibuat oleh alat khusus atau tempat UFO mendarat. Karena jika pesawat, bentuknya tentu presisi.

"Karena bentuknya tidak simetris, ini bisa dikatakan menguatkan dugaan kalau crop circle tersebut memang dibuat manusia," ujar Dosen Geodesi UGM, Catur Aries Rokhmana kepada detikcom.

Catur menjelaskan foto udara tersebut diambil oleh dua mahasiswanya dengan menggunakan pesawat aeromodelling. Hasilnya dianalisa di Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi UGM.

"Ini semacam uji forensik," terangnya.

Walau meyakini bahwa crop circle tersebut merupakan karya manusia, seperti dugaan LAPAN sebelumnya, Catur mengaku kagum dengan pembuatnya. Menurutnya sangat mengagumkan karya seperti ini bisa selesai dalam waktu yang sangat singkat.

"Yang belum terjawab adalah bagaimana dalam waktu singkat bisa membuat itu. Saya kira pembuatnya harus dapat apresiasi," tutupnya.

Sebelumnya, setelah turun ke lokasi, tim Lapan semakin yakin crop circle di Berbah, Sleman adalah buatan manusia. Sejumlah tanda-tanda telah ditemukan tim di lokasi crop circle yang menghebohkan.

Beberapa tanda yang ditemukan adalah adanya lubang di tengah pola crop circle. Lubang itu diduga dijadikan titik untuk menancapkan tonggak untuk membuat lingkaran.

"Ada juga bekas sibakan padi menuju lubang tersebut. Sibakan ini menjadi tempat si pembuat menuju lubang tersebut. Ini menunjukkan ada yang masuk ke situ," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antarika Lapan Sri Kaloka dalam jumpa pers di lokasi, Berbah, Sleamn, Selasa (25/1). (rdf/fjr)

Monday, January 24, 2011

UFO-IC: Crop Circle di Sleman Buatan Manusia

http://us.detiknews.com/read/2011/01/25/094728/1553798/10/komunitas-ufo-indonesia-crop-circle-di-sleman-buatan-manusia?n991102605

Selasa, 25/01/2011 09:47 WIB


Komunitas UFO Indonesia: Crop Circle di Sleman Buatan Manusia foto
Laurencius Simanjuntak - detikNews





Jakarta - Meski crop circle di persawahan Berbah, Sleman, masih dalam penyelidikan polisi, Komunitas UFO Indonesia (UFO-Indonesian Community), sudah memastikan lingkaran tersebut bukan jejak UFO alias buatan manusia. Kesimpulan ini dibuat setelah tim dari UFO-IC meneliti crop circle itu dari dekat.

Ketua yang juga pendiri UFO-IC, Michael Gumelar, mengatakan, dari foto yang diambil Bondan, anggota UFO-IC, dapat terlihat padi-padi tersebut rebah karena tekanan.

"Bahkan ada bekas padi dicabut pake tangan," kata Michael saat dihubungi detikcom, Selasa (25/1/2011).

Menurut dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini, crop circle yang asli adalah bukan patahan, tetapi seperti dilayukan pada bagian batang ilalang, gandum ataupun padi. Sehingga tanaman jenis ini seperti layu dan bukan patah, pada jarak yang relatif sama ketinggiannya.

"Yang asli (jejak UFO) menggunakan teknologi pemanasan," kata Michael menambahkan crop circle di Sleman bisa saja dibuat ketika masyarakat tidur malam hari.

Dia mengatakan, crop circle dengan teknologi pemanasan itu belum bisa dilakukan manusia di bumi.

"Manusia bumi, karena teknologinya belum mumpuni, maka saat membengkokkan sejenis ilalang, gandum ataupun padi, maka terlihat batangnya patah dan hasilnya ketinggian patahnya tidak teratur," ujar Michael menambahkan hal itu sebagaimana yang terjadi di Sleman.

Meski bukan crop circle asli, Michael mengatakan, fenomena di Sleman baik untuk menumbuhkan awareness bahwa ada kehidupan lain di luar angkasa.

(lrn/nrl)