Friday, January 28, 2011

Rice Field Art

http://www.funforever.net/archives/rice-field-art/

Rice Field Art

September 21st, 2007 FunForever

Rice field art in the country of the rising sun. Each year these guys make new images on their field by planting rice in different patterns making various images. They use different sorts of rice for color. The result is amazing as you can see. It’s a pity they only last as long as it’s time to harvest the rice.



































Rice Field Art

Dua Warga Dikabarkan Pernah Diculik Makhluk UFO

-->
http://www.lintasberita.com/Nasional/Berita-Lokal/dua-warga-dikabarkan-pernah-diculik-makhluk-ufo




1

Dua Warga Dikabarkan Pernah Diculik Makhluk UFO

Bandung - Beberapa waktu lalu, Suherman (32), pria asal Sukabumi mengaku pernah diculik makhluk Unidentified Flying Objects (UFO). Ternyata Suherman bukan satu-satunya orang Indonesia yang pernah dibawa oleh kendaraan alien tersebut. Menurut Fanfan F Darmawan, anggota Beta-UFO Indonesia asal Bandung, 2 orang Indonesia lainnya yaitu Gatot Tri R dan Michael Gumelar melaporkan diri pada pihak Beta-UFO bahwa mereka pernah diculik oleh UFO. “Mereka mengaku dibawa oleh makhluk luar angkasa (alien) dan ada bekas lukanya,” tutur Fanfan saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (26/1/11). Masing-masing dari mereka pun memiliki pengalaman yang berbeda-beda saat dibawa makhluk luar angkasa tersebut. Misalkan saja Gatot. Dalam pengakuannya yang dikirim ke milis Beta-UFO, pria ini mengaku diculik UFO pada bulan Juni tahun 2000. Dalam penuturannya, Gatot menyebutkan ia melihat sesosok mahluk kecil berwarna hijau di sebuah ruangan berwarna metalik, bahkan ia sempat mampu melihat pemandangan Bumi dari luar angkasa. “Gatot mengaku bahwa ia dibawa ke sebuah wahana luar angkasa,” jelas Fanfan. Sedangkan Michael Gumelar mengaku sempat mengunjungi kokpit pesawat luar angkasa tersebut. Menurut penuturannya, UFO ini dikemudikan oleh sesosok mahluk mirip ikan tanpa kemudi. Bahkan Michael mengaku melihat 3 sosok alien yang berwujud sama seperti manusia dan dua alien wanita berbentuk reptil. “Setelah kejadian itu, Michael menemukan benjolan pada lengannya yang diduga logam yang dimasukkan ke dalam bagian tubuhnya,” terang Fanfan. Fanfan menuturkan, almarhum pelukis Sudjana Kerton juga mengaku pernah diculik oleh UFO. Namun sang pelukis justru memiliki pengalaman yang lebih ‘menyenangkan’ saat bertemu dengan para alien ini. “Pak Sudjana menceritakan bahwa beliau sempat berdiskusi dengan para alien tentang masa depan manusia,” jelas Fanfan lagi. selengkapnya


Wednesday, January 26, 2011

"Jejak UFO" Itu Bikinan Mahasiswa?

http://www.suaramedia.com/berita-nasional/37146-qjejak-ufoq-itu-bikinan-mahasiswa.html

"Jejak UFO" Itu Bikinan Mahasiswa?

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Penampakan crop circle di sawah yang ditanami padi di Berbah, Sleman hingga kini masih misterius. Tidak diketahui bagaimana lingkaran terpola misterius itu tercipta. Di tengah misteri ini, muncul sebuah blog yang menceritakan bahwa crop circle itu sebenarnya dibuat mahasiswa UGM. Benarkah? Tulisan di blog itu hoax, gak layak dipercaya.

Tulisan berjudul 'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)' itu sudah muncul di berbagai forum, termasuk detikforum, Selasa (25/1/2011). Namun, sebagian besar pengomentar menganggap tulisan itu sampah (hoax) alias tidak bisa dipercaya.

"Belum bisa percaya. Belum ada bukti yang riil. sori," tulis member detikforum ber-ID nasionalis_24.

"Penjelasannya masih dRagukan..," tulis member ber-ID yoake.

Masih banyak member lain yang meragukan kebenaran atas tulisan ini.

Sementara itu, Michael Gumelar, Ketua UFO-Indonesian Community (UFO-IC) mempertanyakan bukti bahwa crop circle itu buatan mahasiswa UGM. "Mereka mengklaim, itu sesuatu yang bagus, tapi kalau mengklaim harus disertai bukti-bukti. Bagaimana cara membuatnya, bagaimana kronologinya? Kita tunggu saja, kalau nggak disertai bukti-bukti ya sama saja bohong. Sulit untuk melacak
kebenarannya," kata dia kepada detikcom.

Dia menduga sebentar lagi akan banyak pihak yang mengklaim sebagai pembuatnya. Sebab, kata dia, crop circle ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan langsung menasional.

Pemantauan detikcom, tulisan 'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)' memang terlihat hanya upaya mencari sensasi di tengah misteri crop circle di Sleman. Di dalam tulisan itu, tidak dijelaskan indetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu. Alur ceritanya juga dibuat sekenanya, banyak yang tidak masuk akal.

Tulisan itu menceritakan bahwa ada lebih dari 6 mahasiswa UGM yang terlibat dalam pembuat crop circle itu. Mereka membuat hal itu, untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian. Menurut sang penulis, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, sang penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Menurut sang penulis, para mahasiswa itu membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. "Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa ini, pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti," tulis dia.

Percayakah Anda dengan tulisan klaim mahasiswa UGM ini?

Penyebab munculnya crop circle di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini belum diketahui. Sejumlah ahli yang diterjunkan pagi tadi, ke lokasi itu tidak menemukan zat radioaktif.

Pencarian terhadap zat itu penting sebab berkembang spekulasi bahwa lingkaran itu adalah bekas pendaratan pesawat mahluk asing. Dengan tidak ditemukannya zat radioaktif itu, maka kuat diduga bahwa jejak itu bikinan manusia.

Di tengah spekulasi itu, sebuah situs, studentmagz.com menyajikan sebuah tulisan yang menguraikan bahwa seorang mahasiswa mengaku sebagai pembuat lingkaran itu. Artikel berjudul 'Fakta di Balik Jejak UFO di Sleman'.

Dalam artikel itu disebutkan pembentukan crop circle itu bukan karena kekuatan alam atau pendaratan UFO, melainkan perbuatan sejumlah mahasiswa.

Sebelumnya, profesor riset Lapan, Thomas Djamaluddin, yakin crop circle itu buatan manusia, bukan mahkluk asing. Meski begitu Lapan tetap mengirim tim ahli untuk meneliti 'jejak UFO' Sleman ini. (fn/dt/vs) www.suaramedia.com

Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta

http://unik13.info/2011/01/hoax-ufo-mahasiswa-ugm-mengaku-pembuat-jejak-ufo-sleman-crop-circle-di-yogyakarta-hoax/

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

January 25, 2011 by: admin

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!..


Sleman: Sejumlah mahasiswa mengaku membuat crop circle yang ditemukan di tengah sawah di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu mereka nyatakan dalam situs Studentmagz.com.

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan di situs itu menyebutkan, crop circle di Sleman dibuat seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi sang mahasiswa yang dikenal jago matematika dan internet itu tak bekerja sendiri. Dia dibantu enam temannya.

Masih dalam situs, sang mahasiswa yang sampai kini belum diketahui namanya itu mengaku, sengaja membuat jejak benda terbang tak dikenal alias UFO buat mencari sensasi. Menurut dia, itu sebagai ajang pembuktian kalau mereka memang jago matematika dan desain.

Crop circle adalah pola lingkaran misterius berbentuk simetris. Crop cirle di Sleman, berdiameter 60 centimeter sampai 70 cm. Walau banyak ditemukan di sejumlah tempat, toh fenomena ini tetap menjadi teka-teki.(ICH)

sumber : http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/01/25/121257/Mahasiswa-UGM-Mengaku-Pembuat-Crop-Circle-Sleman


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!


HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

Tulisan ‘Crop Circle di Sleman Dibuat Mahasiswa UGM’ Hoax

Penampakan crop circle di sawah yang ditanami padi di Berbah, Sleman hingga kini masih misterius. Tidak diketahui bagaimana lingkaran terpola misterius itu tercipta. Di tengah misteri ini, muncul sebuah blog yang menceritakan bahwa crop circle itu sebenarnya dibuat mahasiswa UGM. Benarkah? Tulisan di blog itu hoax, gak layak dipercaya.

Tulisan berjudul ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ itu sudah muncul di berbagai forum, termasuk detikforum, Selasa (25/1/2011). Namun, sebagian besar pengomentar menganggap tulisan itu sampah (hoax) alias tidak bisa dipercaya.

“Belum bisa percaya. Belum ada bukti yang riil. sori,” tulis member detikforum ber-ID nasionalis_24.

“Penjelasannya masih dRagukan..,” tulis member ber-ID yoake.

Masih banyak member lain yang meragukan kebenaran atas tulisan ini.

Sementara itu, Michael Gumelar, Ketua UFO-Indonesian Community (UFO-IC) mempertanyakan bukti bahwa crop circle itu buatan mahasiswa UGM. “Mereka mengklaim, itu sesuatu yang bagus, tapi kalau mengklaim harus disertai bukti-bukti. Bagaimana cara membuatnya, bagaimana kronologinya? Kita tunggu saja, kalau nggak disertai bukti-bukti ya sama saja bohong. Sulit untuk melacak kebenarannya,” kata dia kepada detikcom.

Dia menduga sebentar lagi akan banyak pihak yang mengklaim sebagai pembuatnya. Sebab, kata dia, crop circle ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan langsung menasional.

Pemantauan detikcom, tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ memang terlihat hanya upaya mencari sensasi di tengah misteri crop circle di Sleman. Di dalam tulisan itu, tidak dijelaskan indetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu. Alur ceritanya juga dibuat sekenanya, banyak yang tidak masuk akal.

Tulisan itu menceritakan bahwa ada lebih dari 6 mahasiswa UGM yang terlibat dalam pembuat crop circle itu. Mereka membuat hal itu, untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian. Menurut sang penulis, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, sang penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Menurut sang penulis, para mahasiswa itu membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulis dia.

Percayakah Anda dengan tulisan klaim mahasiswa UGM ini? (asy/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/135805/1554145/10/tulisan-crop-circle-di-sleman-dibuat-mahasiswa-ugm-hoax?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

HOAX | UFO | Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO Sleman Crop Circle di Yogyakarta HOAX!!

UGM Lacak Identitas Mahasiswa Pengklaim Pembuat Crop Circle di Sleman

Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski banyak yang menyebutnya hoax, pihak universitas yang dikenal dengan sebutan ‘Kampus Biru’ itu akan melacaknya.

“Saya sudah dengar soal klaim itu, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dekanat Fakultas MIPA dan sekarang sedang dilacak dan diselidiki,” kata Kepala Humas UGM Suryo Baskoro kepada detikcom, Selasa (25/1/2011).

Suryo mengatakan, kemungkinan crop circle itu dibuat oleh mahasiswa cukup besar. Apalagi, mahasiswa di jurusan MIPA, boleh jadi memiliki minat terhadap desain dan seni pembuatan crop circle.

“Ya mungkin saja buatan mahasiswa UGM, kita coba terus selidiki itu. Nanti kalau sudah menemukan, tentu kita akan sampaikan,” kata Suryo.

Suryo mengatakan, sebenarnya pembuatan crop circle semacam itu bagus sebagai bentuk ekspresi diri dan kesenian. Namun sayangnya, aksi itu merusak tanaman padi milik para petani di lokasi itu.

“Itu positif ya, dalam artian ekspresi seninya positif. Tapi kalau dilihat merusak tanaman, itu mestinya nggak boleh ya,” kata Suryo.

Jika benar pembuatnya mahasiswa UGM, apakah akan ada sanksi? “Kita belum sampai ke tahap itu, kita cari dulu kebenarannya,” kata Suryo.

Sebelumnya, muncul tulisan ‘Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)’ di internet. Namun sayangnya, penulis tidak menyebutkan idetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu.

Tulisan itu menceritakan bahwa 6 mahasiswa UGM terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian MIPA. Penulis menuliskan, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Mahasiswa membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. “Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti,” tulisnya. (ken/nrl)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/01/25/143159/1554178/10/ugm-lacak-identitas-mahasiswa-pengklaim-pembuat-crop-circle-di-sleman

Pembuat “Crop Circle” di Sleman Mahasiswa ISI?

http://www.harianpelita.com/read/14686/1/politik-&-keamanan/pembuat-%E2%80%9Ccrop-circle%E2%80%9D-di-sleman-mahasiswa-isi-/

Senin 24 Januari 2011 | 23:45

Pembuat “Crop Circle” di Sleman Mahasiswa ISI?

Jakarta, Pelita

Hingga kemarin, pihak Kepolisian belum bisa memastikan siapa yang membuat crop circle di persawahan Berbah, Sleman, yang oleh sejumlah kalangan disebut-sebut sebagai “Lingkaran UFO (pesawat angkasa luar)”, hanya saja muncul kemungkinan hal itu bisa saja dilakukan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) yang memang suka berkreasi.

Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan, Senin (24/1) mengakui tidak ada tanda-tanda atau bekas-bekas yang menunjukkan crop circle itu buatan manusia. “Lagi pula ini rapi sekali," katanya.

Selain itu, tidak ada satupun keterangan warga sekitar yang menyebutkan ada aktivitas aneh di lokasi itu. Warga yang pergi ke areal persawahan pada Sabtu, 22 Januari lalu, juga tidak melihat adanya hal yang ganjil."Warga juga tidak ada yang bilang soal ada orang di sekitar lokasi lingkaran ini," kata Muliawan.

Muliawan mengatakan, polisi masih menjaga lokasi. Police line sudah dipasang untuk menjaga agar warga tidak mendekat dan memasuki area crop circle.

"Tapi kita belum memastikan ini buatan siapa, yang penting kita jaga dulu lokasi agar tidak rusak, dan padi-padi yang siap panen juga tidak tambah rusak karena banyak yang menonton," kata Muliawan.

Seperti diberitakan, sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas areal lahan persawahan milik Ngadiran dan kawan-kawan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Lingkaran simetris itu menghebohkan warga sejak Minggu (23/1), dan menurut warga lingkaran belum ada pada Sabtu (22/1).

Lingkaran terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 Cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 Cm.

Mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Soeprapto Soedjono mengatakan, kemungkinan bentuk itu dibuat oleh seniman ISI juga cukup besar. Di fakultas tertentu, mahasiswa ISI memang diajarkan untuk membuat bentuk-bentuk seni dari alam. Misalnya saja di mata kuliah instalasi.

"Ya, tidak spesifik membuat crop circle, tapi bahwa pelajaran tentang membuat seni dari alam itu memang ada," katanya.

Meski ada pelajaran semacam itu, biasanya para dosen tidak akan serta merta memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuatnya. Namun bukan tidak mungkin, para mahasiswa itu membentuk kelompok sendiri dan mencoba mempraktikkan apa yang diajarkan.

"Anak-anak di sini (ISI) kadang suka begitu. Itu sebagai bentuk ekspresi diri saja mungkin," kata pria yang kini menjadi dosen di Pasca Sarjana ISI ini.

Meski begitu, Soeprapto juga menduga crop circle yang kini menjadi tontonan warga itu bisa saja karena fenomena alam. "Bisa jadi juga itu fenomena alam yang tidak ada sentuhan manusia sama sekali," kata Soeprapto.

Sementara Ketua Komunitas UFO Indonesia (UFO-Indonesian Community) Michael Gumelar mengatakan, jika bulatan itu benar-benar crop circle, teknologi yang dipakai adalah teknologi pemanasan. Hasil teknologi pemanasan ini sangat rapi, berbeda dengan buatan manusia yang biasanya terlihat dari ketinggian padi yang tidak rata.

"Yang asli itu dengan teknik pemanasan tinggi, di satu titik sama semua," kata Michael.

Menurut Michael, teknologi semacam itu belum bisa dilakukan manusia di bumi. "Itu seperti sudah computerized, tidak bisa dilakukan manusia di bumi," kata pria yang juga pengajar di Universitas Multimedia Nusantara ini.

Teknologi pemanasan yang menjadi dasar pembuktian keaslian crop circle sudah ada panduannya dari para peneliti di luar negeri. "Guadiance itu sudah berdasarkan riset," kata pria yang percaya ada kehidupan lain di luar bumi ini. (jon)

Je­jak ”UFO” di Sle­man ma­sih mis­te­ri­us

http://edisicetak.solopos.com/berita.asp?kodehalaman=h01&id=99364

Edisi : Selasa, 25 Januari 2011 , Hal.1
Je­jak ”UFO” di Sle­man ma­sih mis­te­ri­us

Sle­man (Es­pos) Fe­no­me­na crop cir­cle atau po­la ling­kar­an di te­ngah area ta­na­man yang ter­ja­di di Du­sun Re­jo­sa­ri, Jo­go­tir­to, Ke­ca­mat­an Ber­bah, Sle­man, Yog­ya­kar­ta, ma­sih men­ja­di mis­te­ri.

Se­ba­gi­an war­ga me­ya­ki­ni bu­lat­an itu me­mang lo­ka­si be­kas men­da­rat­nya pe­sa­wat mi­lik makh­luk lu­ar ang­ka­sa atau yang bia­sa di­ke­nal de­ngan na­ma UFO (uni­den­ti­fied flying ob­ject). Se­men­ta­ra se­jum­lah il­mu­wan me­ya­ki­ni itu kar­ya ma­nu­sia. Po­li­si ju­ga be­lum bi­sa me­mas­ti­kan ba­gai­ma­na bu­lat­an itu ter­ben­tuk.

Ba­sori, 41, war­ga Du­sun Re­jo­sa­ri yang ru­mah­nya ha­nya ber­ja­rak 100 me­ter da­ri lo­ka­si ke­ja­di­an, meng­aku ti­dak me­li­hat se­ca­ra pas­ti fe­no­me­na aneh yang mem­ben­tuk crop cir­cle.

Me­nu­rut dia, pa­da Sab­tu (22/1) ma­lam se­ki­tar pu­kul 22.30 WIB, ter­de­ngar de­ru sua­ra pe­sa­wat ter­bang te­ta­pi tak ter­la­lu be­ri­sik dan ha­nya ber­lang­sung 30 me­nit. ”Sa­ya de­ngar se­per­ti pe­sa­wat, ta­pi tak be­ri­sik, sua­ra­nya ha­lus se­per­ti sua­ra mo­tor re­yen­an,” ka­ta­nya, Se­nin (24/1).

Sa­at ke­ja­di­an, cua­ca men­dung dan pan­dang­an ke sa­wah ter­tu­tup ka­but. Fe­no­me­na aneh itu di­ke­ta­hui oleh be­be­ra­pa pe­mi­lik sa­wah pa­da Ming­gu (23/1) pa­gi.

Sa­lah sa­tu pe­mi­lik sa­wah, Dal­di­ri, 63, me­nga­ta­kan ti­dak ta­hu apa yang ter­ja­di. Ia ti­dak mem­per­ma­sa­lah­kan sa­wah­nya un­tuk pe­ne­li­ti­an. ”Mbo­ten ma­sa­lah, ada fe­no­me­na itu ba­nyak yang mau li­hat,” ka­ta­nya.

Fe­no­me­na crop cir­cle ter­se­but ter­ja­di di enam pe­tak sa­wah mi­lik enam orang war­ga yak­ni Mus­ta­min, Ja­mro­ni, Ju­ma­di, Dal­di­ri, Joyo Su­mar­to dan Nga­di­ran.

Hing­ga Se­nin si­ang, se­jum­lah po­li­si ber­ja­ga di lo­ka­si ke­ja­di­an. Lo­ka­si crop cir­cle itu te­lah di­pa­sa­ngi po­li­ce li­ne, agar war­ga yang me­non­ton ti­dak men­de­kat. War­ga ber­du­yun-du­yun da­tang un­tuk me­nyak­si­kan ben­tuk ling­kar­an be­sar itu.

Se­men­ta­ra, pa­ra ah­li da­ri Lem­ba­ga Pe­ner­bang­an dan An­ta­rik­sa Na­sio­nal (Lap­an) me­ya­ki­ni crop cir­cle di per­sa­wah­an Jo­go­tir­to, Ber­bah, ada­lah kar­ya ma­nu­sia. Lap­an ti­dak akan me­ngi­rim­kan tim un­tuk me­ne­li­ti fe­no­me­na itu.

Tho­mas Dja­ma­lu­din da­ri Lap­an men­ce­ri­ta­kan, di Ing­gris crop cir­cle yang ada se­ba­gi­an be­sar ada­lah bu­at­an ma­nu­sia. Se­pe­nge­ta­hu­an dia, mem­bu­at se­buah crop cir­cle bu­kan­lah hal yang ter­la­lu su­lit ji­ka me­mang su­dah te­ram­pil. ”Se­per­ti di Ing­gris akhir­nya si pem­bu­at meng­akui­nya ka­re­na me­mang se­ca­ra as­tro­no­mi, UFO itu ti­dak di­ke­nal se­ba­gai makh­luk an­ta­rik­sa. UFO itu kan cen­de­rung ha­nya se­buah fik­si,” je­las Tho­mas.

Sas-sus be­re­dar, se­ni­man yang men­cip­ta­kan kar­ya meng­he­boh­kan itu ber­asal da­ri In­sti­tut Se­ni In­do­ne­sia (ISI), yang me­mang ter­ke­nal ge­mar ber­kre­a­si. Man­tan Rek­tor ISI Soeprap­to Soed­jo­no, meng­akui ke­mung­kin­an itu. ”Mung­kin ju­ga, ke­mung­kin­an itu be­sar,” ka­ta­nya.

Se­dang­kan me­nu­rut Ke­tua Ko­mu­ni­tas UFO In­do­ne­sia (UFO In­do­ne­sian Com­mu­ni­ty), Mi­chael Gu­me­lar, sim­bol yang ter­ben­tuk di area per­sa­wah­an di Ber­bah, Sle­man, ma­sih pe­nuh mis­te­ri. Ku­at du­ga­an, sim­bol itu bu­at­an ma­nu­sia. Un­tuk me­mas­ti­kan, da­pat di­li­hat da­ri tek­nik yang di­gu­na­kan un­tuk me­ro­boh­kan ba­tang-ba­tang pa­di di sa­wah itu.

Ji­ka bu­lat­an itu be­nar-be­nar crop cir­cle, tek­no­lo­gi yang di­pa­kai ada­lah tek­no­lo­gi pe­ma­nas­an. Ha­sil tek­no­lo­gi pe­ma­nas­an ini sa­ngat ra­pi, ber­be­da de­ngan bu­at­an ma­nu­sia yang bia­sa­nya ter­li­hat da­ri ke­ting­gi­an pa­di yang ti­dak ra­ta. ”Yang as­li itu de­ngan tek­nik pe­ma­nas­an ting­gi, di sa­tu ti­tik sa­ma se­mua,” ka­ta Mi­chael. - Oleh : JIBI/Ha­ri­an Jog­ja/aan/mag/dtc

Pembuat "Crop Circle" di Sleman Mahasiswa ISI?

http://bataviase.co.id/node/545139

Pembuat "Crop Circle" di Sleman Mahasiswa ISI?

Pembuat "Crop Circle" di Sleman Mahasiswa ISI?

Jakarta, Pelita

Hingga kemarin, pihak Kepolisian belum bisa memastikan siapa yang membuat crop circle di persawahan Berbah, Sleman, yang oleh sejumlah kalangan disebut-sebut sebagai "Lingkaran UFO (pesawat angkasa luar)", hanya saja muncul kemungkinan halitu bisa saja dilakukan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) yang memang suka berkreasi.

Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan, Senin (24/1) mengakui tidak ada tanda-tanda atau bekas-bekas yang menunjukkancrop circle itu buatan manusia. "lagi pula ini rapi sekali," katanya.

Selain itu, tidak ada satupun keterangan warga sekitar yang menyebutkan ada aktivitas aneh di lokasi itu. Warga yang pergi ke areal persawahan pada Sabtu, 22 Januari lalu, juga tidak melihat adanya hal yang ganjil."Warga juga tidak ada yang bilang soal ada orang di sekitar lokasi lingkaran ini," kata Muliawan.

Muliawan mengatakan, polisi masih menjaga lokasi. Police line sudah dipasang untuk menjaga agar warga tidak mendekat dan memasuki area crop arde.

Tapi kita belum memastikan ini buatan siapa, yang penting kita jaga dulu lokasi agar tidak rusak, dan padi-padi yang siap panen juga tidak tambah rusak karena banyak yang menonton," kata Muliawan.

Seperti diberitakan, sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas areal lahan persawahan milik Ngadiran dan kawan-kawan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta, lingkaran simetris itu menghebohkan warga sejak Minggu (23/1), dan menurut warga lingkaran belum ada pada Sabtu (22/1).

Lingkaran terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 Cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 Cm.

Mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Soeprapto Soedjono mengatakan, kemungkinan bentuk itu dibuat oleh seniman ISI juga cukup besar. Di fakultas tertentu, mahasiswa ISI memang diajarkan untuk membuat bentuk-bentuk seni dari alam. Misalnya saja di mata kuliah instalasi.

"Ya, tidak spesifik membuatcrop arde, tapi bahwa penaran tentang membuat seni dari alam itu memang ada," katanya

Meski ada pelajaran semacam itu, biasanya para dosen tidak akan serta merta memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuatnya. Namun bukan ti-dk mungkin, para mahasiswa iti membentuk kelompok sendiri Uan mencoba mempraktikkan apa yang diajarkan.

"Anak-anak di sini (ISI] kadang suka begitu. Itu sebagai bentuk ekspresi diri saja mungkin," kata pria yang kini menjadi dosen di Pasca Sarjana ISI ini.

Meski begitu, Soeprapto juga menduga crop circle yang kini menjadi tontonan warga itu bisa saja karena fenomena alam "Bisa jadi juga itu fenomena alam yang tidak ada sentuhan manusia sama sekali," kata Soeprapto.

Sementara Ketua Komunitas UFO Indonesia (UFO-Indonesian Community) Michael Gumelar mengatakan, jika bulatan itu benar-benar crop circle, teknologi yang dipakai adalah teknologi pemanasan. Hasil teknologi pemanasan ini sangat rapi, berbeda dengan buatan manusia yang biasanya terlihat dari ketinggian padi yang tidak rata.

"Yang asli itu dengan teknik pemanasan tinggi, di satu titik sama semua," kata Michael.

Menurut Michael, teknologi semacam itu belum bisa dilakukan manusia di bumi. "Itu seperti sudah computerized, tidak bisa dilakukan manusia di bumi," kata pria yang juga pefi-gajar di Universitas Multimedia Nusantara ini.

Teknologi pemanasan yang menjadi dasar pembuktian keaslian crop circle sudah ada pafi-duannya dari para peneliti di luar negeri. "Guadiance itu sudah berdasarkan riset," kata pria yang percaya ada kehidupan lain di luar bumi ini. (jon)

Entitas terkaitCrop | Desa | Dusun | Guadiance | Indonesian | Kecamatan | Kepolisian | Lingkaran | Misalnya | Muliawan | Ngadiran | Padi | Pelita | Pembuat | Police | Soeprapto | Teknologi | Uan | Warga | Lingkaran UFO | Michael Gumelar | Sleman Mahasiswa | Soeprapto Soedjono | Institut Seni Indonesia | Pasca Sarjana ISI | Universitas Multimedia Nusantara | Kapolsek Berbah AKP I Made | Mantan Rektor Institut Seni Indonesia | Sementara Ketua Komunitas UFO Indonesia |
Ringkasan Artikel Ini
Jakarta, Pelita Hingga kemarin, pihak Kepolisian belum bisa memastikan siapa yang membuat crop circle di persawahan Berbah, Sleman, yang oleh sejumlah kalangan disebut-sebut sebagai "Lingkaran UFO (pesawat angkasa luar)", hanya saja muncul kemungkinan halitu bisa saja dilakukan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) yang memang suka berkreasi. Warga yang pergi ke areal persawahan pada Sabtu, 22 Januari lalu, juga tidak melihat adanya hal yang ganjil."Warga juga tidak ada yang bilang soal ada orang di sekitar lokasi lingkaran ini," kata Muliawan. Meski begitu, Soeprapto juga menduga crop circle yang kini menjadi tontonan warga itu bisa saja karena fenomena alam "Bisa jadi juga itu fenomena alam yang tidak ada sentuhan manusia sama sekali," kata Soeprapto.

Jumlah kata di Artikel : 569
Jumlah kata di Summary : 114
Ratio : 0,200

*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.